Serunya Jalan-Jalan ke Mangrove Sari-Brebes
Haii kawan….. how was your weekend? Weekend kali ini aku ke Losari Brebes nengokin Ibu, dan sekalian jalan-jalan ke tempat wisata di kawasan konservasi hutan mangrove di dukuh Pandansari, Desa Kaliwlingi Kabupaten Brebes Jawa tengah. Tempat wisata ini letaknya dekat dari rumah Ibu sekitar setengah jam perjalanan dengan mobil pribadi kecepatan sedang.
Brebes dikenal sebagai sentra penghasil telor asin, bawang merah serta bandeng Losari yang cukup terkenal karena tidak bau tanah. Dan juga memiliki banyak tempat wisata yang tidak kalah elok tetapi sayangnya banyak yang belum kukunjungi….wkwkwkw… padahal hampir setiap bulan aku mudik lho. Kalau sudah di rumah Ibu, bawaannya emang suka mager. Tapi minggu ini aku ngerasa butuh refreshing jadilah browsing beberapa tempat wisata di kotaku ini dan baca reviewnya ternyata bagus-bagus. Akhirnya minggu pagi sekitar jam 10.00 kami sekeluarga cus ke Mangrove Pandasari, salah satu destinasi wisata favorit di daerah kami. Sepanjang jalan kami melewati desa desa pantura yang sudah kukenal sejak kecil yaitu Tanjung, Kluwut , Bulakamba dan desa-desa lainnya.
Jam 10.30 kami sampai di tempat parkir, dan diarahkan petugas untuk ke dermaga. Sepanjang jalan menuju dermaga tampak warung-warung makan yang menjual berbagai menu hasil laut. Ada kerang hijau, kerang dara, kepiting soca, ikan bandeng dan udang. Karena sudah sarapan dari rumah, kami hanya membeli beberapa bungkus udang goreng sebagai cemilan di jalan. Lumayan enak dan harganya sangat terjangkau Untuk mencapai tkp kami harus membayar tiket seharga Rp. 25.000 per orang karena hari Minggu, weekdays biasanya hanya 20.000 untuk dewasa dan untuk anak-anak 10.000 sudah termasuk biaya naik perahu lokal pulang pergi.
Dengan menggunakan perahu kami mencapai lokasi. Di sepanjang perjalanan diatas perahu terlihat keindahan pemandangan hamparan lautan tetapi karena siang hari kami, merasakan panas yang menyengat, apalagi saya lupa membawa topi / pelindung kepala. Untuk kenyamanan, idealnya berwisata ke sini agak pagi sekitar jam 9 atau sore hari sekitar jam 15.00. Perjalanan menggunakan perahu hanya membutuhkan waktu sekitar 15 menit.
Sesuai namanya, di kawasan wisata Mangove ini dipenuhi pepohonan khasnya yaitu avicenna marina atau biasa disebut api-api serta pohon bakau yang nama latinnya adalah rhizophora mucronata yang tumbuh rimbun, dan banyak juga ranting-ranting yang telah mati. Menurut sejarahnya, dulu sekitar tahun 1990 daerah ini, sebagaimana kebanyakan kawasan di pesisir laut utara seperti di tempatku Losari, adalah tempat tambak ikan dan udang. Tetapi karena abrasi yang parah tambak tersebut secara berlahan di genangi air laut dan sebagai dampaknya adalah banyak warga mulai kehilangan penghasilan. Dari situlah muncul inisiatif seorang warga (Pak Mashadi) dan warga lainnya yang menanam mangrove di sekitar 210 hektare lahan tersebut.
Tujuan utama penanaman mangrove ini memang untuk mencegah abrasi. Dengan adanya mangrove ini banyak keuntungan yang dirasakan terutama berhubungan dengan pelestarian alam, satwa-satwa mendapatkan habitatnya seperti burung kuntul dan satwa lainnya mulai berdatangan kembali. Dan pastinya hasil laut yang semakin bertambah serta tempat eduwisata yang asyik.
.Apa daya tarik tempat eduwisata yang pernah dikunjungi para Dubes ini? Menurut aku suasana hutan yang asri dapat kita nikmati sepuasnya. Perjalanan tidak terlalu melelahkan karena jalanan kayu yang dilalui cukup nyaman, dipenuhi pepohonan yang rimbun. Di beberapa tempat dapat dibaca tulisan-tulisan tentang sejarah mangrove dan kearifan lokal yang sedang dibudidayakan oleh penduduk sekitar.
Di samping hal tersebut, tempat ini pun memiliki spot yang bagus untuk foto-foto. Ada gardu pandang yang berjumlah dua buah dengan tinggi sekitar 17 meter, sehingga dari tempat ini kita dapat melihat pemandangan di sekitar mangrove dan juga hamparan laut pesisir utara, asmara brug yaitu jembatan kayu yang dicat dengan warna pink, sangkar burung, tenda kayu, ayunan kayu serta mushala yang cukup luas serta dua patung ikan khas daerah laut utara
Secara keseluruhan jalan-jalan ke tempat ini cukup mengasyikan dengan biaya yang mumer,
kita dapat menghilangkan kepenatan di tengah suasana pandemi yang belum berakhir
Comments
Post a Comment